MENGIDENTIFIKASI IDE DAN MAKNA KATA DALAM TEKS HIKAYAT
Pengertian Hikayat
Hikayat
merupakan salah satu bentuk sastra lama Melayu. Kata hikayat berasal
dari bahasa Arab “haka”, yang memiliki makna antara lain menceritakan,
menirukan, mewartakan, menyerupai, berkata, meneruskan, dan melukiskan.
Menurut
sumber yang dikutip dalam buku, hikayat merupakan sastra lama yang ditulis
dalam bahasa Melayu. Ceritanya banyak berkisar pada kehidupan istana, memiliki
unsur rekaan yang kuat, dan umumnya berbentuk prosa yang panjang.
Hikayat
juga dapat dipahami sebagai karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang
berisi cerita, undang-undang, silsilah, atau kisah yang bersifat rekaan,
keagamaan, historis, biografis, maupun gabungan dari beberapa sifat tersebut.
Hikayat
pada masa lalu dapat berfungsi sebagai hiburan, pelipur lara, pembangkit
semangat juang, maupun sarana meramaikan suatu kegiatan atau pesta.
Hikayat sebagai Cerita Lintas Zaman
Hikayat
berasal dari masa yang berbeda dengan kehidupan peserta didik saat ini. Karena
itu, bahasa, tokoh, latar, konflik, serta nilai yang muncul di dalam hikayat
sering kali berbeda dengan kehidupan modern.
Namun, nilai yang terkandung di dalamnya masih dapat dipelajari. Peserta didik diajak untuk melihat apakah nilai tersebut masih relevan dengan kehidupan sekarang dan bagaimana nilai tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk cerita yang lebih modern.
Menyimak Hikayat dengan Adiksimba
Untuk
memahami hikayat yang disimak, buku menggunakan pendekatan Adiksimba,
yaitu:
- Apa – peristiwa penting apa yang
terjadi?
- Di mana – di mana latar cerita?
- Kapan – kapan peristiwa berlangsung?
- Siapa – siapa saja tokohnya dan
bagaimana karakternya?
- Mengapa – mengapa tokoh mengalami
masalah?
- Bagaimana – bagaimana tokoh menghadapi
dan menyelesaikan konflik?
Hasil
identifikasi Adiksimba dapat digunakan untuk menyusun ringkasan cerita. Buku
memberikan latihan untuk membuat ringkasan “Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak”
dengan panjang minimal 200 kata.
Ciri-Ciri/Karakteristik Teks Hikayat
· Bersifat anonim
Anonim berarti nama pengarang atau pencipta hikayat tidak
diketahui. Hal ini karena hikayat umumnya berkembang secara turun-temurun
dan disampaikan dari satu orang ke orang lain secara lisan sebelum dituliskan.
Contoh: Hikayat Hang Tuah tidak
diketahui secara pasti siapa pengarangnya.
· Mengandung hal-hal yang bersifat
mustahil
Hikayat sering menghadirkan peristiwa, tokoh, atau
kemampuan yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Unsur
kemustahilan ini menjadi salah satu ciri khas cerita hikayat.
Contoh: seorang tokoh dapat terbang,
memiliki kesaktian luar biasa, atau memperoleh bantuan dari makhluk gaib.
· Menceritakan kesaktian tokoh-tokoh
Menceritakan kesaktian tokoh seakan-akan tohoh tersebut
memiliki kesaktian yang luar biasa.
· Bersifat istanasentris
Istanasentris berarti cerita banyak berpusat pada
kehidupan istana, kerajaan, raja, putri, pangeran, dan lingkungan bangsawan.
Konflik maupun kehidupan tokoh biasanya berkaitan dengan kerajaan.
Contoh: kisah tentang seorang raja yang
memimpin kerajaan, seorang putra mahkota yang mencari jati diri, atau seorang
pangeran yang berjuang mendapatkan seorang putri.
· Menggunakan banyak kata arkais/klise
Hikayat menggunakan kata-kata arkais, yaitu kata-kata
lama yang sudah jarang digunakan dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Selain
itu, terdapat ungkapan atau kata-kata klise yang sering digunakan dalam cerita
lama.
Contoh kata arkais: hatta, syahdan, sebermula,
alkisah, titah, baginda, patik, dan beta.
Contoh kalimat:
“Hatta, maka pada suatu hari baginda
pun berangkatlah ke taman.”
· Menggunakan alur bingkai/cerita
berbingkai
Alur bingkai atau cerita berbingkai adalah teknik
penceritaan ketika sebuah cerita utama memuat cerita lain di dalamnya.
Jadi, terdapat cerita yang menjadi bingkai dan di dalamnya terdapat cerita
tambahan yang disampaikan oleh tokoh tertentu.
Contoh sederhana:
Seorang raja sedang berbicara dengan seorang penasihat. Sang
penasihat kemudian menceritakan sebuah kisah untuk memberikan nasihat kepada
raja. Kisah yang diceritakan tersebut menjadi cerita di dalam cerita.
: